Prabowo Geram Gejolak Pasar Modal, Pemerintah akan Awasi Ketat OJK & BEI
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto disebut sangat marah atas gejolak tajam yang terjadi di pasar modal Indonesia, terutama setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan drastis dan warning dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Situasi ini dianggap mengancam integritas pasar modal, merugikan investor, serta mempertaruhkan reputasi nasional di mata dunia.
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan pengawasan lebih ketat terhadap dua lembaga utama yang berperan dalam pengaturan dan pengawasan pasar modal, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk mengantisipasi anomali dan praktik yang merugikan investor. Kaidah pengawasan ini kini menjadi fokus utama setelah dinamika pasar yang dinilai kurang tertib.

Kemarahan Presiden dan Dampaknya bagi Pasar
Menurut Hashim, Prabowo marah bukan hanya karena gejolak pasar yang berdampak buruk bagi investor ritel, tetapi juga karena kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia dipertaruhkan. Ia menilai bahwa kondisi ini bukan sekadar fluktuasi pasar yang biasa, melainkan menunjukkan adanya potensi ketidakwajaran, seperti rasio price to earnings (PE) saham yang terlalu tinggi — bahkan mencapai ribuan kali — yang dapat mencerminkan indikator pasar yang tidak sehat.
Selain itu, pemerintah juga mendorong agar kepemimpinan di OJK dan BEI lebih kuat dan kredibel. Prabowo bahkan sudah menugaskan pembentukan panitia seleksi baru untuk memilih pimpinan OJK yang akan mengawasi pasar modal, dengan tujuan memperkuat tata kelola regulator dan memastikan keberlanjutan fungsi pengawasan pasar keuangan.
Reformasi Pasar Modal dan Perlindungan Investor
Tanggapan Prabowo datang di tengah usaha OJK sendiri untuk membentuk Capital Market Integrity Reform Task Force guna mendorong reformasi struktural dan memulihkan kepercayaan investor dalam jangka panjang. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah manipulasi harga saham, meningkatkan transparansi, serta melindungi investor dari praktik tidak sehat di pasar modal.
Sikap tegas pemerintah dalam mengawasi OJK dan BEI juga mencerminkan komitmen untuk menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal Indonesia, terutama setelah beberapa kejadian terakhir yang mengguncang indeks saham dan menarik perhatian global. Langkah ini diharapkan memperkuat perlindungan investor dan memperbaiki sentimen pasar modal, sehingga mendorong partisipasi investor domestik maupun asing kembali meningkat.








